Untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan pergaulan global yang penuh dengan kompetisi ini, kita perlu menyiapkan mental generasi-generasi masa depan agar mampu bersaing dengan baik dan memiliki perilaku Islami, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta tentunya kreatifitas dan inovasi sesuai dengan tumbuh kembangnya.
Visi
Menjadi sekolah yang BERLIAN (Beriman dan Berintegritas, Peduli Lingkungan, Andal dan Kompetitif)
Misi
1. Menumbuhkan sikap beriman dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan masyarakat.
➤ Dengan membiasakan kegiatan keagamaan (doa bersama, tadarus, ibadah berjamaah) dan mengaitkan pembelajaran dengan nilai-nilai spiritual, agar siswa lebih dekat dengan ajaran agama sebagai dasar akhlak mulia.
2. Membangun karakter peserta didik yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab melalui pembelajaran dan kegiatan sekolah.
➤ Melalui keteladanan guru, penguatan tata tertib yang mendidik, serta bimbingan konseling yang aktif menyentuh kebutuhan emosional siswa di daerah pedesaan.
3. Mewujudkan budaya cinta lingkungan dengan memanfaatkan potensi alam sekitar sekolah.
➤ Melalui kegiatan seperti LISA, menanam pohon, kebun sekolah, bank sampah, serta pengelolaan limbah sederhana yang melibatkan warga sekolah dan masyarakat sekitar.
4. Membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta kecakapan hidup agar menjadi pribadi yang unggul, adaptif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan.
➤ Melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, berbasis masalah, dan pembelajaran kolaboratif sehingga siswa terbias berpikir kritis dan kreatif.
5. Mendorong siswa untuk berprestasi dan berani bersaing secara sehat dalam bidang akademik dan non-akademik sesuai potensi lokal.
➤ Dengan membina kegiatan ekstrakurikuler yang relevan (seperti pertanian, seni tradisional, olahraga), serta memberikan kesempatan mengikuti lomba di tingkat kecamatan atau kabupaten.
6. Menjalin kemitraan dengan orang tua, tokoh masyarakat, dunia usaha dan lembaga lokal untuk memperkaya pengalaman belajar serta memperkuat keterampilan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
➤ Dengan kegiatan parenting, gotong royong, dan kemitraan program pembelajaran berbasis kearifan lokal.